Ulkus Decubitus Pada Cedera Saraf Tulang Belakang

Posted on

Cedera pada saraf tulang belakang atau Cedera Medula Spinalis (CMS) merupakan kondisi yang serius dan memerlukan perawatan jangka panjang. Masalah terbesar yang dihadapi Pasien adalah kelompok otot sehingga pasien mengalami kesulitan untuk bergerak, berpindah posisi, maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Hilangnya  sensasi, gangguan fungsi buang air kecil, buang air besar maupun seksual merupakan beberapa masalah lain yang dapat terjadi pada pasien cedera medula spinalis.  Pasien yang mendapat Penanganan dan perawatan yang tepat memiliki harapan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan yang merawat pasien perlu mengetahui dan mengenali perubahan pada tubuh pasien akibat cedera dan resiko komplikasi yang dapat timbul di kemudian hari. Salah satu komplikasi tersering akibat kesulitan bergerak dan hilangnya sensasi di kulit pasien adalah luka tekan. Luka tekan ini dapat dicegah. Luka  yang timbul dan tidak ditangani dengan tepat dapat beresiko mengganggu kesehatan pasien secara keseluruhan.

Buklet atau artikel ini merupakan media edukasi yang diperuntukkan bagi pasien keluarga pasien dan tenaga kesehatan primer yang berhadapan langsung dengan kasus CMS khususnya dalam hal luka tekan.  Dalam beberapa artikel di blog ini ini terdapat informasi penting mengenai upaya pencegahan, pengenalan kondisi-kondisi yang beresiko dan berbahaya bagi pasien serta cara perawatan pemilihan alas tidur kursi roda dan alat duduk kursi roda yang tepat serta tatalaksana lanjutan pada luka Tekan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Peranan  aktif dari pasien, keluarga pasien dan tenaga kesehatan akan mengurangi resiko terjadinya luka tekan dan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien CMS.

Saraf tulang belakang adalah salah satu sistem saraf pusat fungsinya adalah menghantarkan sinyal dari otak menuju ke seluruh tubuh dan sebaliknya dari seluruh tubuh menuju otak.  Sinyal  ini dapat berupa sinyal sensorik (peraba), motorik (gerak), maupun autonomik (otomatis). Saraf  ini berjalan di dalam suatu saluran yang disebut dengan kanal spinalis.  Kanal  spinalis ini dilindungi oleh tulang belakang, jaringan ikat, otot dan jaringan lunak lainnya.

Cedera saraf tulang belakang atau cedera medula spinalis adalah Cedera yang terjadi di sepanjang saraf tulang belakang sebelum keluar dari kanal spinalisnya. Cedera ini menyebabkan terganggunya hantaran sinyal ke area di bawah cideranya.  Akibat  yang dapat ditimbulkan antara lain kehilangan rasa raba, tekan maupun nyeri, kelemahan otot dan gangguan pada fungsi-fungsi otomatis seperti berkemih, pencernaan, buang air besar, buang air kecil dan lain-lain.

  • Cedera medula spinalis menimbulkan gangguan pada jaringan kulit. Efek  yang dapat terjadi antara lain:
  • menurunnya kadar kolagen pada kulit. Hal ini menyebabkan kulit menjadi rapuh dan rentan terhadap luka pada regangan.
  • Menurunnya aliran darah ke kulit, sehingga menurunkan suplai nutrisi dan oksigen.
  • Berkurangnya kemampuan kulit untuk kulit setelah mengalami tekanan.  Suhu kulit lebih mudah meningkatkan, aliran darah lebih lambat kembali dibandingkan kulit normal.
  • Terganggunya kemampuan penyembuhan kulit.

Luka tekan atau dikenal dengan istilah ulkus dekubitus adalah luka pada kulit atau jaringan dibawahnya akibat tekanan atau regangan berlebihan pada waktu lama. Umumnya terjadi pada kulit diatas penonjolan tulang. Akibat  penekanan ini, maka aliran darah menjadi terhambat, warna kulit berangsur-angsur berubah dari kemerahan menjadi pucat akibat kerusakan pembuluh darah sehingga suplai oksigen dan nutrisi berkurang yang kemudian menjadi kerusakan kulit. Kerusakan  jaringan kulit ini yang kemudian akan tampak sebagai luka. Angka kejadian luka tekan pada pasien CMS adalah 50 sampai 80%.

hal-hal lain pasca- CMS yang juga dapat meningkatkan kemungkinan untuk mengalami luka tekan adalah:

  • Gangguan saraf sensorik mengakibatkan pasien CMS tidak mampu mengenali adanya terasa panas dan nyeri yang diakibatkan oleh penekanan berlebihan dalam waktu lama pada area penonjolan tulang.
  • Gangguan saraf motorik mengakibatkan pasien CMS tidak mampu menggerakkan tubuhnya, sehingga meningkatkan resiko penanganan kulit.
  • Gangguan saraf otonom pada pasien CMS mengakibatkan adanya gangguan fungsi buang air besar dan buang air kecil, sehingga pada beberapa pasien tidak mampu mengontrol keluarnya tinja dan urine yang berakibat area kulit di sekitarnya menjadi lebih lembab dan beresiko mudah terjadi luka.

 

Mengapa luka tekan perlu dicegah?

adanya luka tekan akan meningkatkan biaya pengobatan karena seringkali pengobatan luka tekan membutuhkan waktu yang cukup lama. Termasuk  didalamnya biaya untuk obat-obatan penutup luka sampai operasi. Luka  tekan juga akan meningkatkan beban pada pelaku rawat. Luka tekan juga rentan mengalami infeksi yang dapat menyebar dan menyebabkan kematian karena infeksi meluas.

One thought on “Ulkus Decubitus Pada Cedera Saraf Tulang Belakang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *