Disabilitas atau Difabel

Posted on

Mungkin diantara kita ada yang bertanya, sebenarnya yang benar Disabilitas adatau Difabel sih?

Istilah penyandang disabilitas muncul menjelang ratifikasi Konvensi PBB Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas (UN Convention on The rights of Person with Disability). Menjadi serapan dari kata Person with Disability (PWD), dipakailah kata Penyandang Disabilitas untuk menggantikan kata penyandang cacat yang secara resmi ada di UU no 19 tahun 2011.

Menurut undang undang no 8 tahun 2016 Pasal 1 Penyandang Disabilitas adalah mereka yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama dimana ketika berhadapan dengan berbagai hambatan hal ini dapat mengalami partisipasi penuh dan efektif mereka dalam masyarakat berdasarkan kesetaraan dengan yang lainnya.

Sedangkan istilah Difabel digunakan oleh aktivis isu disabilitas di daerah Yogyakarta dan Jawa. Difabel merupakan gabungan dari dua kata yaitu Differently able, atau dapat juga Different ability. Maksud dari istilah tersebut untuk menunjukkan bahwa difabel itu bukan cacat atau kekurangan, tapi memiliki kemampuan yang berbeda, atau melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda. Jadi konotasinya lebih positif dibandingkan kata cacat atau disabled.

Saya sendiri pernah bertanya kepada Ibu Ariani Soekanwo, beliau merupakan penyandang disabilitas netra yang sekaligus juga sebagai aktivis disabilitas diJakarta.

Saat saya menanyakan kepada beliau tentang istilah disabilitas atau difabel, Beliau menjawab, istilah difabel menurutnya kurang tepat jika di artikan sebagai kemampuan yang berbeda karena memang setiap orang, baik yang disabilitas atau nondisabilitas dilahirkan dengan kemampuan yang berbeda dari orang lain.  Sedangkan disabilitas itu lebih mengena jika di tujukan untuk keterbatasan atau hambatan hambatan yang dialami seseorang.

8 thoughts on “Disabilitas atau Difabel

    1. Banyak, ada transportasi, ketersediaan lapangan pekerjaan, sekolah tidak diterimanya di lingkungan masyarakat. dan kita masih dianggap sebagai orang sakit. saat pergi2 pun pihak penyedia layanan transportasi masih belum bisa menerima kecuali dengan pendampinya

    1. Disabilitas itu perlu di beri kesempatan untuk berkarya, fasilitas yang memadai seperti transportasi, pendidikan dan tata bangunan perkotaan atau lingkungan yang menunjang untuk aktifitas mereka.

    1. ibaratnya begini :

      Disabilitas adalah dimana seseorang itu mempunyai hambatan yang berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya.
      sedangkan difabel itu awalnya adalah different Ability atau seseorang yang mempunyai kemampuan berbeda. padahl dikehidupan ini jelas bahwa setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda beda. jadi bukan terletak pada hambatan hambatan yang dialami padanya. lantas, apakah jika seseorang punya kemampuan sebagai programer komputer dan temennya punya kemampuan sebagai dokter, apakah bisa disebut difabel atau kemampuan yang berbeda. tidak kan? pasti orang “cacat” akan dilihat dari hambatannya bukan dari kemampuannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *